![]() |
| Kelainan Jantung pada Bayi |
Semua orang tua pasti menginginkan melahirkan anak dalam keadaan sehat. Namun pada kenyataannya masih banyak terdapat bayi yang dilahirkan dalam kondisi yang tidak normal, termasuk menderita penyakit jantung bawaan.
Meskipun presentasi penyakit jantung bawaan ini terhitung kecil dan kurang mendapatkan banyak perhatian, keberadaannya harus tepat dipahami oleh para orangtua.
Perlu disadari oleh para orang tua bahwa deteksi dini dan penanganan yang tepat sangat penting untuk menjamin kelangsungan hidup bayi.
maka dari itu, para orang tua dan calon orang tua mengenali lebih dalam tentang penyakit jantung bawaan pada bayi baru lahir berikut ini.
Baca juga, Peran Komunikasi Dini dalam Mendukung Tumbuh Kembang Optimal Bayi
Mengenal penyakit jantung bawaan
Penyakit jantung bawaan adalah kelainan pada struktur dan fungsi jantung yang ditemukan sejak bayi dilahirkan. Kelainan ini terjadi pada saat janin berkembang dalam kandungan.
Sebuah survey di Amerika Serikat menyatakan bahwa setiap tahun sedikitnya 30.000 bayi menderita kelainan ini. 85% diantaranya dapat meninggal apabila dalam tahun pertama kehidupan bayi tidak dilakukan perawatan yang tepat.
Penyakit Jantung bawaan yang paling banyak ditemukan adalah kelainan pada septum bilik jantung atau dikenal dengan sebutan ventricular septal defect (VSD). Diikuti oleh kelainan pada septum serambi jantung atau lebih dikenal dengan nama Atrial Septal Defect (ASD). Kelainan ini juga sering dikenal dengan sebutan jantung bocor.
Jenis Penyakit Jantung Bawaan
Penyakit jantung bawaan memiliki beberapa perbedaan klasifikasi. Secara garis besar, dapat dibagi menjadi penyakit jantung bawaan sianotik dan penyakit jantung bawaan non sianotik.
Penyakit Jantung bawaan sianotik
Penyakit jantung bawaan sianotik terjadi saat bayi baru lahir terlihat biru, terutama pada bibir dan kuku yang akan makin bertambah jika anak menangis atau melakukan aktivitas fisik tertentu.
hal ini disebabkan karena adanya percampuran darah bersih dan darah kotor melalui kelainan pada struktur jantung. Pada kondisi ini jaringan tubuh bayi tidak mendapatkan cukup oksigen yang sangat berbahaya sehingga harus ditangani secara tepat, sebaiknya tindakan operatif atau kateterisasi harus dilakukan pada 1 tahun pertama, setelah organ tubuh dalam bayi dianggap telah mampu untuk menjalani tindakan.
Penyakit Jantung bawaan non sianotik
- Infeksi virus rubella, salah satu komponen penyebab kelainan bawaan apda janin yang sering disebut dengan TORCH pada saat kehamilan.
- Bayi terlahir dengan down syndrome.
- Penyakit gula pada saat kehamilan.
- Kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol selama hamil.
- Konsumsi obat tertentu seperti asam retinoat untuk pengobatan jerawat.
- Faktor genetik atau keturuan
- Bibir, kulit, jari tangan dan kaki kebiruan
- sesak atau kesulitan bernapas
- kesulitan makan
- berat badan rendah
- sakit dada
- pertumbuhan tertunda
- Pemerikasaan kehamilan secara rutin
- Skrining risiko infeksi virus
- Konsumsi obat sesuai resep dokter

0 Komentar