![]() |
| Mengatasi Anak Terlambat Bicara |
Gangguan bicara seringkali dialami anak, mulai dari bicara yang tidak jelas hingga kesulitan mengungkapkan apa yang ia butuhkan. Kondisi ini kerap membuat para orangtua khawatir dan membandingkan anaknya dengan anak lainnya yang seusia. Padahal perkembangan berbicara tiap anak bisa berbeda-beda.
Penyebab anak terlambat bicara
Penyebab anak terlambat bicara bisa terjadi karena berbagai faktor, yakni:
- Kesulitan mengerti kata-kata
- gangguan pendengaran
- kelainan struktur rongga mulut, misal bibir sumbing atau kelainan pada lidah
- gagap
- pengabaian dari orang sekitar
- gangguan spektrum autisme
Tahap Perkembangan Berbicara Anak
Meski tahap perkembangan bicara setiap anak berbeda-beda, ada patokan dasar yang umum digunakan untuk mengukur kemampuan bicara pada anak. Ini juga bisa menjadi patokan apakah anak membutuhkan bantuan atau tidak.
Berikut adalah tahapan perkembangan berbicara anak yang sesuai usianya:
Usia 3 bulan
Pada bayi usia 3 bulan berbicara dengan suara yang tidak memiliki arti atau biasanya bisa dibilang bahasa bayi. Pada usia ini, ia mungkin akan lebih banyak berkomunikasi menggunakan ekspresi, misalnya dengan tersenyum ketika melihat atau mendengarkan suara ibunya.
Usia 6 bulan
Memasuki usia 6 bulan, bayi mulai mengeluarkan suara yang terdengar lebih jelas suku katanya, walau tetap tidak memiliki arti, seperti "da-da"atau "ba-ba". Pada akhir usia 6 bulan, bayi sudah bisa menggunakan suara ini untuk mengekspreiskan rasa senagn atau tidak suka, bahkan dengan menangis.
Usia 12 bulan
Bayi umumnya sudah bisa mengucapkan kata "mama"atau "ayah" dan menirukan kata-kata yang ia dengar.
Usia 18 bulan
Pada usia ini, bayi biasanya sudah bisa mengucapkan sekitar 10-20 kata dasar, normal jika ada beberapa kata yang masih belum jelas pengucapannya seperti kata "makan"disebutkan "mam".
Usia 24 bulan
Bayi usia 2 tahun biasanya sudah bisa mengucapkan setidaknya 50 kata dan berkomunikasi memakai 2 kosakata seperti "mau susu". Bayi juga sudah makin lancar berbicara dan mulai memahami pertanyaan sederhana.
Usia 3-5 tahun
Kosakata yang dimiliki anak pada usia 3-5 tahun akan meningkat dengan cepat. Pada usia 3 tahun, sebagian besar anak dapat menangkap sekitar 300 kosakata baru. Mereka juga sudah bisa memahami perintah yang lebih panjang, seperti "äyo cuci tangan dan sikat gigi," atau, "Buka sepatunya, lalu ganti baju."
Memasuki usia 4 tahun, umumnya anak sudah bisa berbicara menggunakan kalimat yang lebih panjang dan menjelaskan suatu peristiwa. Sementara pada usia 5 tahun, mereka sudah bisa berbincang-bincang dengan orang lain.
Cara Menstimulasi kemampuan berbicara pada anak
Janga percaya pada mitos bahwa anak bisa belajar bicara dengan sendirinya. Peran aktif orang tua sebagai orang terdekat si kecil sangat berpengaruh terhadap perkembangan bicaranya.
Berikut adalah beberapa cara yang bisa dilakukan untuk merangsang kemampuan berkomunikasi pada anak:
1. Ikuti semua ucapanya
Perhatikan suara-suara yang terucap dari si kecil. Meski bunda tidak mengerti maksudnya, ulangi lagi suaranya sesuai yang bunda tangkap. Dengan begitu, sikecil akan merasa sedang berbicara dengan bunda dan membiasakan diri untuk meniru kata-kata dan anda bicara bunda.
2. Berbicara sambil bergerak
Saat berbicara dengan si kecil, Bunda juga harus aktif bergerak dan ekspresiif. Misalnya, katakan "ayo, kita minum susu," sambil menggoyang-goyankan botol susu atau "sayangi bonekanya ya." sambil mengelus boneka tersebut. Begitu pula saat mengajarkan mengenal bagian-bagian tubuh.
3. Buatlah narasi
Meski si kecil belum bisa berbicara layaknya orang dewasa, Bunda tetap bisa menggunakan percakapan sehari-hari saar berkomunikasi dengannya. Misalnya saat memakaikan baju pada si kecil, bunda bisa berbicara "hari ini adik pakai baju motif bunga-binga untuk bermain ke taman," sambil memperlihatkan bajunya.
Hal ini bisa membantu si kecil memahami objek tertentu melalui perkataan bunda. Terapkanlah hal ini pada kegiatan lainnya seperti saat mandi memberikan makan dll.
Biasakan selalu bicara menggunakan kalimat lengkap kepadanya, seperti ketika ia menunjuka ke arah boneka yang berada di atas meja. Bunda jangan langsung mengambilkannya.
Lebih baik ucapkanlah satu atau dua kalimat seperti, "kamu mau bermain dengan boneka ini?"
ketika dia merespon dengana anggukan atau senyuman, bunda bisa langsung memberikannya.
4. Bermain bersama
Ketika memiliki buah hati, terkadang orang tua harus bisa berakting menjadi anak kecil. Ajaklah si kecil untuk bermain peran atau membayangkan sesuatu untuk mengembangkan kemampuan verbalnya. Misalnya bunda bisa mengajak si kecil untuk pura-pura menelpon ayah dengan telepon mainan.
5. Puji perkembangannya
Selalu beri pujian, senyuman dan pelukan setiap kali si kecil mengeluarkan suara atau kosa kata baru yang baik. Pada umumnya bayi belajar berbicara dari reaksi orang-orang sekitarnya.
Kunci utama merangsang berkembangnya kemampuan berbicara anak adalah dengan sering-seringnya berkomunikasi dengannya. Pastikan bunda juga selalu memakai respon yang positif dan penuh kasih sayang.
Jika bunda curiga si kecil terlambat bicara jangan dulu khawatir yah bun. Pada dasarnya, setiap anak memiliki kecepatan tumbuh kembang yang berbeda-beda. Meski begitu, bila anak mengalami tanda-tanda terlamabt biscara, jangan tunda untuk berkonsultasi ke dokter.
.jpg)
0 Komentar