Advertisement

Responsive Advertisement

Penyebab Keterlambatan Perkembangan Motorik pada Bayi


Keterlambatan perkembangan motorik bayi bisa disebabkan oleh sejumlah faktor, seperti faktor genetik, kelahiran prematur dan infeksi selama kehamilan. Selain itu, penyakit atau kondisi medis yang diderita bayi seperti distrofi otot, celebral palsy, spina bifida, sindrom fragile X dan dyspraxia juga dapat menyebabkan perkembangan motorik bayi jadi terlambat.

Baca juga, Manfaat Membacakan Buku Cerita Untuk Tumbuh Kembang Anak

Perkembangan motorik pada bayi dikatakan terlambat saat ia tidak bisa melakukan apa yang sudah bisa dilakukan bayi lain seusianya. keterlambatan perkembangan yang dialami pada bayi bisa berkaitan dengan perkembangan motorik halus, bisa pula motorik kasar.


Keterlambatan motorik halus

Motorik halus merupakan gerakan yang melibatkan otot-otot kecil dan koordinasi antara mata dengan tangan. Beberapa contoh gerakan motorik halus adalah meraih benda, menggenggam dan memindahkan dari tangan yang satu ke tangan yang lain. 

Berikut penjelasan lebih lanjut beberapa kemungkinan tanda keterlambatan motorik halus yang bisa terjadi pada bayi sesuai usianya: 

1. Bayi usia 0-3 bulan 

  • Tangannya tidak memiliki reflek untuk menggemgam jari anda saat jari tersebut didekatkan ke tangannya.
  • Belum dapat menggerakkan tangannya secara rileks dan memainkannya. 
  • Belum dapat menggenggam mainan meski hanya sebentar.
2. Bayi usia 4-6 bulan
  • Belum dapat menggenggam mainan dalam waktu yang lama.
  • Belum dapat meraih benda yang ada di tangan anda.
  • Belum dapat memindahkan barang dari satu tangan ke tangan lainnya.
3. Bayi usia 7-9 bulan
  • Belum dapat meremas makanan atau benda yang ada di tangannya.
  • Belum dapat menunjuk atau menyentuh benda dengan jari telunjuk.
  • belum dapat memegang mianan dengan kedua tangannya.
  • belum dapat bertepuk tangan.
4. Bayi usia 10-12 bulan 
  • Belum bisa memasukkan makanan ke mulutnya atau makan sendiri. 
  • Belum dapat menjepit benda-benda kecil dengan ibu jari atau jari telunjuknya.
  • belum dapat memegan mainan dengan datu tangan. 
Keterlambatan motorik kasar 

Jika motorik halus dikaitkan dengan keterampilan dalam gerakan kecil, maka motorik kasar dikaitkan dengan gerakan-gerakan yang besar. Hal ini karena pergerakan motorik kasar melibatkan otot lengan, kaki dan seluruh tubuhnya. Beberapa contoh gerakan motorik kasar yang bisa terlihat pada bayi meliputi kemampuan untuk berguling, merangkak, duduk dan berdiri.

Bayi yang kemungkinan mengalami keterlambatan perkembangan motorik kasar biasanya belum bisa melakukan gerakan yang seharusnya sudah bisa dilakukan oleh anak seusianya. Agar lebih jelas, berikut tanda keterlambatan perkembangan motorik kasar bayi sesuai usianya: 

1. Bayi usia 0-3 bulan
  • Tidak memiliki kemampuan untuk mengangkat kepalanya sendiri dengan menggunakan otot lehernya
  • saat usia bayi 3 bulan, bayi belum bisa mengangkat kepala dan dadanya ketika sedang berbaring tengkurap.
2. Bayi usia 4-6 bulan
  • Belum dapat mengangkat bahu dan kepalanya saat sedang berada di posisi tengkurap. 
  • Belum dapat menegakkan kepalanya secara stabil. 
  • Belum bisa berguling secara perlahan. 
3. Bayi 7-9 bulan
  • Belum bisa duduk dengan stabil dalam waktu yang lama.
  • Belum bisa merangkak.
  • Belum bisa berdiri dan berjalan merambat.
4. Bayi 10-12 bulan
  • Belum dapat menjaga keseimbangan dengan baik saat sedang berdiri sendiri.
  • Belum bisa berjalan, meski dengan bantuan.
Meskipun kecepatan perkembangan motorik setiap bayi berbeda, Bunda harus tetap mengawasi segala perkembangan yang dialami si kecil. Apabila perkembangan motorik halus atau kasar bayi mengalami keterlambatan, konsultasikan ke dokter. Dokter akanmemberikan penaganan sesuai dengan kondisi si kecil.

Posting Komentar

0 Komentar